Tuesday, March 23, 2010

Tips Sederhana Memilih Web Hosting

Sebagai pemula menggunakan web hosting dengan beberapa ketidakpuasan seperti yang saya tulis dalam blog sebelumnya terhadap jasa hosting yang saya gunakan, beberapa hari ini saya aktif mencari informasi via internet (baca: google) untuk menemukan jawaban bagaimana cara yang mudah dan bisa dipercaya untuk menentukan dimana menempatkan content web di perusahaan web hosting yang jumlahnya di Indonesia sudah sangat berjibun.

Dari informasi internet tersebut banyak testimoni-testimoni pengguna di forum-forum, tetapi ini sangat tidak memuaskan karena kita tidak bisa tahu pasti apakah murni testimoni dari pengguna atau justru bagian dari trik promosi perusahaan web hosting.

Friday, March 19, 2010

Akhirnya pindah server ke US

Setiap kita mendaftar hosting ke penyedia layanan web hosting lokal, selalu diminta untuk memilih apakah menempatkan konten di web server lokal, artinya server yang berada di Indonesia yaitu server yang berada pada jaringan IIX (Indonesia Internet Exchange) atau server yang berada di Amerika (US).

Demikian juga saat mendaftar web JRC ini di salah satu web hosting lokal dan kemudian saya putuskan menggunakan sever IIX karena ada informasi dari perusahaan hosting tersebut jika menggunakan IIX, akses dari user di Indonesia akan sangat cepat dibanding dengan server yang berada di US.

Friday, November 20, 2009

Email akan segera menemui ajalnya?


Judul senada saya temukan di rubrik detikinet hari ini yang memberitakan bahwa antropologis sosial dari University of Kent memprediksi bahwa email akan menemui ajalnya 10 tahun kedepan. Prediksi ini sebenarnya bisa jadi salah atau tidak sepenuhnya benar, tetapi tetap layak untuk kita kaji sebagai bahan refleksi bagaimana pola komunikasi sosial di masa depan.
Kalau kita lihat perkembangan komunikasi saat ini tidak bisa terlepas dari perkembangan internet. Internet publik mulai berkembang secara global pada awal 90-an dengan ditandai layanan "web" yang menjadi favorite. Di masa ini kita sangat akrab dengan browser Internet Explorer, Netscape dan lain-lain dimana kita bisa mencari dan mengakses begitu banyak informasi misalnya melalui layanan search engine Yahoo dll.

Thursday, July 09, 2009

Mengapa JK Gagal?


Saya adalah salah satu yang tidak mendukung JK dalam pemilu 8 Juli 2009, kemarin. Alasannya bukan karena JK. Sejujurnya JK sebagai pribadi adalah sosok yang sangat pantas jadi presiden, dengan kemampuan teknis dan problem solving yang saya kira luar biasa dan sebagai figur yang egaliter sangat diperlukan untuk dimiliki oleh seorang pemimpin Indonesia saat ini. Keberatan saya terutama, orang-orang sekitar JK. WIN sebagai cawapres sangat mengganggu benak saya dan mungkin orang-orang yg tidak memilih JK. WIN sebagai pasangan cawapres kembali mengingatkan kita ke masa orde baru yang traumatis, yang seharusnya sudah harus kita tinggalkan jauh-jauh. Timses JK juga sangat tidak simpatik, coba lihat apa yang diucapakan Ngabalin, Drajat, Indra dan Fuad Bawazir. Komentar yang keluar dari mulut mereka cenderung menghina daripada mengkritik. Bahkan setiap kali saya mendengar Fuad Bawazir bicara, (maaf) terasa mau muntah. Coba bayangkan JK baru jadi capres sudah bertingkah seperti itu, apa yang terjadi jika JK menang??
Disamping itu yang menyebabkan JK sangat rendah suaranya adalah kwalitas Timses-nya yang hanya bermain dengan cara-cara yang konvensional dan cenderung konservatif. Mereka tidak percaya dengan survey yang sebenarnya kalau dilakukan dengan kredibel seperti halnya yg sudah dilakukan oleh Timses SBY adalah input yang baik untuk memperbaiki diri. Alih-alih memperbaiki diri dan introspeksi, tapi justru timses JK jadi reaktif dan membuat survey dadakan melalui lembaga yang abal-abal dengan tujuan untuk mengcounter survey yg dikeluarkan LSI. Terbukti kita lihat hasilnya, sungguh konyol!
Tidak dapat dipungkiri demokrasi modern tidak bisa hanya mengandalkan track record dan kapabilitas kandidat tapi yang tidak kalah penting adalah proses bagaimana mengetahui profil pilihan konstituen dan bagaimana bisa memenuhi ekspetasi massa tersebut dengan sebisa mungkin tidak mengorbankan idealisme. Dan itu semua perlu strategi dan pengelolalaan psikologis massa yang memang sudah tersedia ilmunya. Ini sudah banyak dilakukan oleh negara demokrasi yang lain dan terbukti sangat ampuh pada kasus SBY sekarang.
Terakhir yang tidak kalah penting sebagai penyumbang kegagalan JK adalah tidak solidnya mesin partai akibat fraksional yang ada di Golkar… Anyway, kepada JK saya sampaikan penghormatan atas apa yang telah diikhtiarkan. Untuk mengabdi kepada bangsa ini ada banyak cara lain yang tidak kalah terhormat….